Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Istri Bekerja Di Sawah ,Ayah Perkosa Anak 1 minggu Sekali Kecuali Haid Samapai Hamil 6 Bulan ,Anehnya Ibu Kandung Malah Usir dan Sebut Putrinya Pelakor.

 Diaemaksa anaknya melayani nafsu birahinya di bawah ancaman. 


Namun naas, bukannya dibela, ibu kandung si anak justeru mengusir anaknya sendiri. 



Si anak diusir dari rumah karena disebut perebut laki orang atau Pelakor. 

Ibu menuduh anaknya ada hati dengan ayahnya dan merebutnya.

Akhinrya terungkap fakta bahwa ayahnya telah memerkosa si anak hingga mengalami trauma berat. 


N (14), seorang remaja asal Probolinggo, diusir ibu kandungnya karena dianggap sebagai pelakor karena telah bersetubuh dengan ayah tirinya.

Dari pengakuan N, dia sebenarnya telah diperkosa.

Ayah kandung N, S menjelaskan, anaknya itu disetubuhi ayah tiri dua kali, pada Maret dan Juni lalu saat rumah sepi.

Di bawah ancaman, N dipukul hingga patah tulang.

N tak bisa melawan.

"Ibunya waktu kejadian Bekerja Di Sawah. Ibunya malah mengusir anak saya dari rumahnya karena dianggap pelakor," ujar S, saat menemani anaknya melapor ke Polres Probolinggo.

N sebelumnya sempat melapor ke Polsek Leces seorang diri pekan lalu.

Namun, dianjurkan ke Unit PPA Polres.

Diketahui setelah perceraian S dengan istrinya, N tinggal di rumah mantan istri dengan suami atau ayah tiri N.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan, pihaknya telah menerima laporan itu.

"Sekarang masih kami selidiki. Nanti perkembangannya akan kami sampaikan," kata dia.

Diancam Dibunuh Hingga Trauma

Kasus yang sama, AS (38), seorang ayah di Kabupaten Cirebon Jawa Barat, memperkosa anak kandungnya, S (15).


Kasus yang sama, AS (38), seorang ayah di Kabupaten Cirebon Jawa Barat, memperkosa anak kandungnya, S (15).

Pelaku bahkan mengancam akan membunuh anak gadisnya itu jika melawan dan berteriak saat diperkosa.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto mengatakan, tindakan bejat itu dilakukan pelaku pada korban sebanyak dua kali.

Pertama pada bulan Oktober 2017 saat korban masih berusia 14 tahun.

Saat itu, korban sedang tidur bersama adiknya di kamar.

Pelaku kemudian masuk kamar dan langsung memperkosa.

Korban berusaha melawan dan berteriak.

Namun, pelaku langsung menutup mulut korban dan mengancam akan membunuhnya bila berteriak.

Korban tidak dapat melawan.

“Korban kaget, akan berteriak mulut langsung dibekap. Korban melawan memukul tersangka tapi tidak kuat"

"Kemudian pelaku mengancam akan membunuh korban,” kata Suhermanto kepada sejumlah rekan media